Kamis, 24 Mei 2012

Penemuan dan Penamaan Alkali Tanah


Kapur (CaO), gipsum (CaSO4), batu kapur (CaCO3), dan kalsit (bentuk lain CaCO3) sudah banyak dikenal dan digunakan sejak zaman kuno. Namun demikian, komposisi senyawa kimia ini belum diketahui hingga abad ke-19.
Pada tahun 1808, seorang kimiawan Inggris Sir Hunphrey Davy telah berhasil mengisolasi unsur natrium dan kalium murni dengan cara elektrolisis, dan pada tahun yang sama, ia juga menggunakan metode elektrolisis untuk mengisolasi sebagian unsur alkali tanah, yaitu strontium, barium, kalsium, dan magnesium. 
Seorang kimiawan Swedia, Jons Jakob Berzelius juga melakukan penelitian yang sama dengan Davy. Berzelius mengabarkan kepada Davy bahwa ia telah mencampurkan kapur, barit (mineral yang mengandung barium) dan merkuri, kemudian mengelektrolisis campuran tersebut. Dari hasil elektrolisis ini ia mendapatkan amalgam merkuri dengan kalsium dan barium, namun ia tidak berhasil mendapatkan unsur-unsur murni merkuri, kalsium, dan barium.
sumber: www.periodictable.com
Davy kemudiam mengulangi eksperimen yang dilakukan Berzelius. Ia mencampurkan merkuri oksida dengan kapur, dan ia berhasil memisahkan merkuri dari amalgam dengan cara distilasi, menyisakan logam kalsium yang tidak murni. Eksperimen yang dilakukan Davy ini dilakukan seabad sebelum ditemukannya metode untuk mengisolasi kalsium.
Davy mengisolasi barium dengan cara yang sama. Ia mengelektrolisis mineral barit (BaSO4) yang diketahui pada masa itu sebagai mineral yang menimbulkan warna hijau ketika dibakar. Karena barit memiliki kerapatan yang besar, maka barium yang berarti “berat” diambil sebagai nama unsur yang berhasil diisolasi.

sumber: www.periodictable.com
Pada tahun 1787, mineral yang belum diketahui ditemukan di area tambang timbal yang terletak di Strontian, Scotlandia. Mineral tersebut kemudian diberi nama strontianit, sesuai nama tempat ditemukannya mineral tersebut. Ketika strontianit dilarutkan dengan asam korida, dihasilkan suatu zat yang sifatnya persis dengan garam yang dihasilkan dari melarutkan barit dengan asam klorida, dan pada ternyata sifat zat tersebut berada di antara sifat garam kalsium dan garam barium. Garam barium menghasilkan warna hijau ketika dibakar, sedangkan garam strontium menghasilkan warna merah.
sumber: www.periodictable.com
Pada tahun yang sama, Davy berhasil mengisolasi kalsium dan barium. Kemudian ia juga menggunakan metode elektrolisis untuk mengisolasi strontium. Nama strontium sendiri diambil dari nama mineralnya, yaitu strontianit yang ditemukan di Strontian.

sumber: www.periodictable.com
Pada tahun 1618, ditemukan bahwa air yang berasal dari suatu danau di Epsom, Inggris memiliki kekuatan menyembuhkan. Tidak lama setelah penemuan tersebut, Epsom langsung menjadi tempat spa yang dikunjungi oleh pengunjung yang berasal dari seluruh Eropa yang datang untuk penyembuhan. Setelah diketahui bahwa zat yang menyembuhkan itu adalah magnesium sulfat hidrat (MgSO4.7H2O), maka hidrat tersebut dikenal sebaai garam Epsom.
Pada tahun 1808, setelah penemuan kalsium, barium, dan strontium, Davy mengisolasis sampel logam magnesium. Menurut Davy, nama magnesium dan mangan sangat mirip (dalam bahasa Inggris, mangan=manganese) sehingga memungkinkan kekeliruan. Karena itu, ia mengusulkan bahwa nama magnesium diganti dengan magnium.
Mineral beril (Be3Al2(SiO3)6) telah dikenal sejal zaman Mesir kuno. Pada tahun 1798, seorang ahli mineralogi Prancis Rene-Just Hauy mengungkapkan bahwa beril dan emerald memiliki komposisi kimia yang identik. Pada tahun 1828, sampel berilium telah dipreparasi secara terpisah oleh seorang kimiawan Jerman Friedrich Wohler dan kimiawan Prancis Antoine Alexandre Brutus Bussy dengan cara memanaskan berilium klorida dengan kalium. Wohler memperoleh hasil berupa beryl yang beru
sumber: www.pweiodictable.com
sumber: www.periodictable.com
pa bubuk berwarna abu-abu kehitaman. Nama berilium itu sendiri berasal dari nama mineralnya, yaitu beril. Pada saat itu, Wohler tidak dapat melelehkan berilium, tetapi ia berhasil menggabungkan bubuk kehitaman itu menjadi kepingan berilium dengan sangat memuaskan.
Sekitar tahu 1898, berilium murni akhirnya dapat diperoleh dengan cara elektrolisis Bussy kemudian melanjutkan penelitiannya untuk alkali tanah. Pada tahun 1831, 3 tahun setelah isolasi berilium, ia berhasil mempreparasi sampel magnesium.
sumber: www.periodictable.com
Kemudian, pada tahun 1900an, pasangan suami istri Pierre dan Marie Curie menemukan radium. Pada awalnya, mereka tidak dapat mengisolasi radium murni karena jumlahnya sangat sedikit, tetapi mereka berhasil mengisolasi bentuk garamnya, yaitu RaCl2 yang menyala dalam gelap. Mereka sangat senag menemukan garam tersebut dan berencana akan menghibur teman-teman ilmuwan mereka dengan melihat sampel RaCl2 tersebut. Pada tahun 1902, madam Curie akhirnya berhasil mengisolasi 1/10 gram radium murni.


referensi: 
Monica Halka and Brian Nordstrom.(2010).Periodic Table of The Elements:Alkali and Alkaline Earth Metals.New York: Facts on File

Rabu, 21 Desember 2011

Guru "Plus-Plus"

Guru dalam bahasa Jawa berarti orang yang digugu dan ditiru. Digugu dapat diartikan bahwa orang tersebut menjadi panutan. Dalam hal ini seorang guru hendaklah bisa menjadi panutan bagi peserta didik khususnya dan masyarakat pada umumnya. Sedangkan ditiru artinya periaku seorang guru sebagai tauladan bagi perserta didiknya. Karena faktor ditiru itulah seorang guru sudah semestinya memiliki perangai yang baik karena baik secara langsung maupun tidak langsung perilaku seorang guru akan berdampak bagi peserta didik pada khususnya. Dampak tersebut bisa saja baik, dan bisa saja buruk, tergatung perilaku seperti apakah yang ditiru oleh peserta didik.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa seorang guru juga hanya manusia biasa yang bisa saja melakukan kesalahan kapanpun dan dimanapun. Namun justru karena hal itulah, hendaknya seorang guru selalu menjaga perilakunya baik di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah, baik terlihat oleh peserta didik maupun tidak.

Seorang guru atau pendidik –seperti yang telah sering kita dengar hendaknya memiliki paling sedikit 4 kompetensi sebagai pendidik, yaitu kompetensi paedagogik, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian, dan kompetensi profesional. Kompetensi paedagogik berkaitan dengan kemampuan kognitif seorang pendidik. Kompetensi ini tentu penting bagi seorang guru yang bertugas mentransfer ilmu kepada peserta didiknya. Tanpa kemampuan kognitif yang mencukupi, maka seorang guru akan kesulitan dalam menyampaikan materi atau bahan ajar kepada para peserta didik. Adapun kompetensi profesional berupa pendidikan minimal yang wajib ditempuh oleh seorang guru. Dalam hal ini pendidikan yang ditempuh mestinya sesuai dengan mata pelajaran yang diampu oleh seorang guru. Kompetensi profesional ini memberika kewenangan kepada seorang guru untuk mengampu mata pelajaran tertentu. Tanpa adanya kompetensi profesinal ini maka seorang guru tidak memenuhi kualifikasi untuk mengampu suatu mata pelajaran yang tidak sesuai dengan spesifikasi pendidikannya. Atau dengan kata lain seorang guru seharusnya haya diperbolehkan mengampu mata pelajaran sesuai dengan spesifikasi pendidikannya saja. Sebagai contoh, seorang sarjana pendidikan sejarah tidak diperkenankan mengampu mata pelajaran kimia atau sebaliknya, seorang sarjana pendidikan kimia tidak diperkenankan mengampu mata pelajaran sejarah. Jika hal tersebut sampai terjadi, maka akan berakibat fatal bagi para peserta didik. Selain kedua kompetensi yang telah dijabarkan, seorang guru atau pendidik seharusnya juga memiliki kompetensi sosial. Kompetensi sosial ini menuntut seorang guru mampu bersosialisas dengan lingkungannya, baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan luar sekolah. Di lingkungan sekolah misalnya, seorang guru harus bisa bersosialisasi dengan rekan sesama guru, karyawan sekolah, dan peserta didik. Sedangkan di lingkungan luar sekolah hendaknya seorang guru dapat bersosialisasi dengan warga sekitar lokasi sekolah, wali murid, dan sebagainya. Adapun kompetensi kepribadian berkaitan dengan kematagan pribadi seorang guru atau pendidik. Sebagai contoh kecil, seorang pendidik hendaknya bisa bersikap lebih dewasa dibandingkan dengan peserta didiknya, lebih bisa mengayomi, dan sebagainya. Di sini akan lebih disoroti mengenai kompetensi kepribadian seorang pendidik.

Di sini, penulis akan mengangkat beberapa contoh kasus yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Untuk kasus pertama, berkaitan dengan sikap seorang pendidik ketika menyampaikan materi pelajaran. Dalam hal ini seorang guru dikatakan sebagai pendidik karena seorang guru baik di dalam maupun di luar kelas bertugas untuk mendidik peserta didiknya dengan keteladanan yang dimiliki seorang pendidik. Sering kita temui bahwa –entah sadar atau tidak seorang pendidik mengeluarkan kata-kata yang dapat menyakiti peserta didik. Hal seperti ini yang mungkin dianggap remeh oleh seorang pendidik, disadari atau tidak akan berdampak kepada peserta didik. Dampak yang mungkin terjadi adalah berkurangnya respect peserta didik terhadap pendidik yang kebanyakan berakibat menurunnya motivasi belajar peserta didik.

Kasus lain yaitu seorang guru membandingkan kemampuan peserta didik yang satu dengan yang lain. Biasanya memang seorang guru pasti cenderung menyukai beberapa peserta didik dibandingkan peserta didik yang lain. Walaupun guru tidak secara langsung membandingkan antara peserta didik yang satu dengan yang lain, terkadang sikap guru yang terlihat membedakan bisa dirasakan oleh peserta didik. Efek dari perlakuan seperti ini biasanya membuat peserta didik enggan belajar dan menunjukkan potensi dirinya karena merasa kurang diperhatikan oleh guru.

Beberapa perlakuan seperti di atas akan sangat membekas di benak peserta didik, sehingga ada beberapa guru yang disebut “the killer” oleh peserta didik karena perlakuannya yang kurang menyenangkan dan kurang bisa diterima oleh peserta didik. Biasanya yang mendapat julukan “the killer” adalah guru yang menurut peserta didik adalah guru yang “galak” baik selama proses pembelajaran maupun dalam interaksinya di lingkungan sekolah.

Memang berat tugas seorang pendidik yang harus mentransfer ilmu sekaligus mentransfer nilai (transfer of knowledge and transfer of value). Namun beginilah, ketika seseorang memutuskan untuk masuk ke bidang pendidikan, maka orang tersebut harus menjalankan perannya sebaik-baiknya. Dalam hal ini, tentu seorang guru yang memenuhi kompetensinya sangat dibutuhkan. Pentingnya peranan guru dapat disimak melalui analogi berikut ini, ketika seorang dokter melakukan malpraktek, maka resiko tertinggi adalah pasien yang ia tangani akan meninggal dan pengaruhnya hanya untuk pasien itu saja. Namun ketika seorang guru melakukan kesalahan dalam mengajar, maka berarti ia mengajarkan kesalahan kepada ratusan peserta didiknya dan bukan tidak mungkin kesalahan itu juga akan dilanjutkan hingga puluhan tahun setelah ia mengajarkannya. Tentu pengaruhnya akan sangat besar. Inilah mengapa guru harus benar-benar mengerti perannya sehingga ia akan berhati-hati dalam menyampaikan baik ilmu maupun nilai.

Seorang guru kimia, selain menguasai konsep juga harus mempunyai wawasan dalam hal psikologi. Ilmu psikologi sangat membatu seorang guru dalam memahami peserta didiknya dan membantu seorang guru dalam hal bersikap di hadapan peserta didik. Dari kasus yang telah disampaikan di atas, seorang guru kimia hendaknya tidak pernah membedakan peserta didiknya, tapi sebaliknya bersikap baik kepada peserta didik yang pandai maupun kurang pandai dan memberikan motivasi kepada mereka misalnya melalui cerita-cerita atau biografi tokoh-tokoh penemu dalam bidang kimia dan cara-cara reinforcement yang dapat meningkatkan minat peserta didik dalam pelajaran kimia dan tidak menganggap kimia itu sulit.

Bagi seorang guru Kimia khususnya yang notabene mengampu pelajaran yang menurut kebanyakan peserta didik merupakan pelajaran yang sulit, maka guru Kimia seharusnya lebih berperan sebagai motivator bagi para peserta didik. Di sini dibutuhkan kekreatifan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Untuk menjadi motivator yang baik, guru kimia hendaknya mengetahui kesulitan belajar yang biasanya dialami oleh peserta didik. Guru hendaknya menguasai ilmu psikologi pembelajaran dan memahami cara diagnosis kesulitan belajar terutama yang berhubungan dengan konsep-konsep kimia. Namun perlu digarisbawahi bahwa di sini guru menerapkan cabang ilmu psikologi tersebut hanya untuk menjaga sikap di hadapan peserta didik namun bukan untuk memecahkan masalah di luar pembelajara kimia agar tidak terjadi overlapping dengan peran guru yang berwenang memberikan bimbingan konseling.

Selain itu, guru hendaknya memperluas wawasan dalam hal psikologi anak dan remaja. Hal ini karena peserta didik yang dihadapi juga seorang manusia yang perlu perlakuan khusus dalam hal berkomunikasi. Dalam pembelajaran, komunikasi yang nyambung antara guru dengan peserta didik sangat dibutuhkan. Di sinilah pentingnya ilmu psikologi, yaitu membentuk pribadi seorang guru yang bisa berkomunikasi efektif dengan peserta didik, mengayomi mereka namun tidak bersikap menggurui sehingga peserta didik akan merasa nyaman.

Dengan memenuhi kompetensi-kompetensi yang telah diatur dalam SNP ditambah dengan kompetensi psikologi maka seorang guru dapat menjadi orang tua, guru, dan teman belajar bagi para peserta didik sehingga peserta didik lebih leluasa dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Selasa, 05 Juli 2011

Kunang-Kunang dan Belantara

Rasanya cukup bijaksana

Membiarkan kunang-kunang mengepakkan sayap sesuka hatinya

Berputar, mengelilingi bukit indah yang ia damba

Sinar dari tubuhnya akan tetap ada

Menerangi sisi-sisi gelap belantara yang entah di mana ujungnya

Cukup bahagia memandang sinarnya menari-nari memecah kegelapan

Ia tak perlu tau

Ada tangis di sudut belantara,

Ada luka yang belum sepenuhnya terobati

Tak mengapa...

Sudah banyak yang ia korbankan untuk menerangi belantara dan menyembuhkan lukanya

Melihatnya menari untuk kebahagiaannya pun sudah cukup mengganti sakit yang masih tersisa

Zahra Zee

Kamis, 21 Januari 2010

Sudut

Ada yang menetes di sudut
Menatap perih tinggalkan bercak di sana
Bukan, bukan itu maksudnya
Setiap yang melihat pasti merasakannya

Luncuran pelurunya hancurkan sudut itu
Mungkin memang tanpa sengaja peluru itu terlepas

Kadang datang hujatan pada sudut itu
Kenapa tak bisa melihatnya tanpa lirikan sinis?

Semua katakan,
Bukan tetesan itu yang salah!
Seolah sudut dengan bercak itulah yang harus selalu mengalah

Apa artinya sudut itu??
hanya sudut yang tak ada harganya
Tak didengar jeritannya
Hanya sudut yang selalu dianggap tak kan indah tanpa lukisan tergantung di sana

Tanpa ada yang pedulikan tangisannya,
ketika paku ditancapkan di tubuhnya
untuk menggelayutkan lukisan di sana

Semua merasa itu yang terbaik,
membuatnya indah...
Tapi bukan begitu caranya

Sudut itu ingin indah dengan dirinya saja,
bukan karena lukisan yang mencengkeram tubuhnya

Sabtu, 15 Agustus 2009

Untitled

Ada waktu di mana hati perlu tertidur sejenak
Ada kalanya hati pun berteriak-teriak lantang
Suatu saat pun hati akan menangis ataupun tertawa

Tapi saat ini, aku tak tau
apakah hatiku sedang tertawa atau apa

dia ada di depanku
di hadapanku

tapi aku tak tau apa yang akan aku lakukan

dia kadang membuat aku tertawa
kadang membuatku tersipu

tapi tetap ada sesuatu yang membatasi
itu aturanNya
aku tak mungkin melampauinya

Rabbi,
Kau yang menciptakan perasaan ini
Tolong lah hambaMu ini
agar tak melewati garis ketetapanMu

Jika memang dia yang Kau pilihkan untukku,
jagalah hatiku dan hatinya
agar tetap tunduk padaMu,
hanya padaMu..

Senin, 29 Juni 2009

Setiap Orang bisa Berubah

Perubahan. Sesuatu yang bisa dinilai buruk, tapi juga bisa bernilai baik tergantung ke mana arah perubahan itu. Seseorang berhak untuk berubah, berubah menjadi lebih baik ataupun menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Itu pilihan untuk setiap orang. Tapi ingat bahwa perubahan itu pasti mengundang berbagai dampak yang harus dipertanggung jawabkan.
Aku takjub ketika melihat perubahan seseoranh yang--Subhanallah-- sangat drastis. Beliau baru beberapa bulan saja mulai menutup auratnya dengan sempurna. Tapi pengetahuannya tentang agama sudah mendalam, bahkan kemarin Beliau baru saja memberiku pengetahuan baru tentang sesuatu yang sama sekali tidak aku duga bisa keluar darinya dengan begitu bijaknya. Subhanallah, memang Alloh akan memberikan hidayah pada ispa saja yang Dia kehendaki.
Sebaliknya, aku sangat sedih ketika melihat perubahan yang terjadi pada sahabatku yang sudah lama aku kenal. Dia berubah menjadi seorang yang pesimistis, bahkan nyaris tak punya semangat hidup di dunia. Sudah berkali-kali aku mengingatkannya, tetapi tidak ada perubahan yang berarti darinya. Memang aku tidak bisa memaksanya untuk berubah, karena perubahan itu ditentukan oleh hatinya.
Kadang aku tak mengerti apa yang ada di pikirannya. Dia punya begitu banyak teman. Hidupnya cukup berkecukupan. Punya orang tua yang masih lengkap, seorang kakak, dan banyak sahabat. tapi kenapa dia selalu merasa sendiri??
Mungkin kadang kita pernah merasa seperti itu. dan pertanyaan yang tepat untuk kita renungkan adalah "apakah perubahan yang saya alami itu sudah berada di jalurnya?" tentu jalur yang dimaksud di sini adalah JalurNya.
Setiap orang bisa berubah, dan harus bertanggung jawab atas perubahannya itu.
Semoga kita berubah menjadi lebih baik lagi. amin..

Kamis, 11 Juni 2009

Jauh jadi Dekat, Dekat jadi Jauh

Facebooking, chatting, sms, telepon murah, dan fasilitas lain dalam komunikasi mempermudah jalur komunikasi semua orang. Tidak hanya dengan orang-orang di sekitar, bahkan dengan teknologi komunikasi yang semakin maju, komunikasi dapat dilakukan dengan banyak orang di belahan dunia lain. Ya, memang itu yang diharapkan dengan kemajuan teknologi komunikasi yang begitu pesat. Tentu saja segala sesuatu mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah seperti yang sudah saya sebutkan tadi. Tapi efek sampingnya adalah kadang kita malah terlalu asik menjalin komunikasi dengan orang-orang terdekat di tempat yang sangat jauh dari pada dengan orang-orang aterdekat di tempat yang begitu dekat dengan kita. Ini realita, dan bukan hanya sekali dua kali saya melihatnya sebagai sebuah realita di dunia nyata tentunya.

Suatu hari di sebuah kafe di kota kecil saya menemukan dua orang laki-laki saling berhadapan di meja yang sama. Masing-masing membawa PC, dan dua-duanya melakukan aktivitas yang sama : facebooking. Sudah bisa ditebak, mereka berkomunikasi bukan dengan orang yang ada di hadapan mereka. tapi dengan orang lain di tempat lain. Dan kenyataannya adalah selama saya berada di sana, saya tidak mendengar sedikitpun percakapan yang keluar dari mulut mereka.

Inilah kenyataan ironis yang sering terjadi di sekitar kita. Kita jadi cuek dengan orang di sekitar kita, sedangkan kita getol berkomunikasi dengan seseorang di dunia maya.
Bisa jadi orang akan menjadi lebih individualistik seiring dengan perkembengan teknologi komunikasi.

Ya... demikian efek negatif yang timbul dari kemajuan teknologi komunikasi yang begitu pesat. Bukan karena saya pesimis terhadap teknologi komunikasi. Tetapi, saya mengungkapkan ini untuk direningkan, agar kita tetap lancar komunikasi dengan siapa saja, baik di dunia maya maupun di dunia nyata.

Selamat menikmati kemajuan teknologi komunikasi yang sudah begitu memeanjakan kita semua!

Wassalam

Selasa, 12 Mei 2009

Tak ada yang Lebih Indah dari pada Rencana-Nya

Apapun yang kita pikirkan, apapun yang kita harapkan,tak selalu sama dengan apa yang kita dapatkan.
sering keinginan untuk mendapatkan sesuatu yang dipaksakan malah akan menyakiti diri sendiri.
Bahkan di antara kita ada yang hobi mengumpat keadaan kita. padahal sebenarnya kita tau apa yang kita dapatkan adalah pemberianNya. Sadarkah kita??
Percayalah, suatu saat kita kan mengerti hilmah di balik semuanya.
malah suatu saat kita akan sangat bersyukur dengan swesuatu yang dulu kita anggap sebagai "petaka" untuk kita.
dan percayalah, Apa yang Dia rencanakan jauh lebih indah dari yang kita inginkan.

Rabu, 04 Maret 2009

Akhirnya Datang Juga

Akhirnya, yang selama ini aku tunggu datang juga mengisi hidup aku. Selama ini, hidup ini terasa seperti berdiri di atas air, mengikuti ke mana saja air itu mengalir. Bukan tak tau arah, tapi aku penat memikirkannya. Aku takut jika aku selalu memikirkan hidupku, maka aku akan mengutuk diriku sendiri arena aku tak tau akhir jawaban dari pertanyaan-pertanyaanku.

Sekali pertanyaan itu muncul, mungkin tak akan membuatku gelisah. Tapi pertanyaan itu selalu muncul ketika aku mendapati apa yang ada tak seperti yang aku harapkan.....
Tapi aku tak putus harapan, aku tau Allah selalu ada, Dia yang akan Menolongku apapun yang terjadi. hanya satu kalimat yang menguatkanku : "jika Allah Berkehendak, apapun bisa saja terjadi." "Kun fayakun"

Alhamdulillah, jawaban itu sekarang telah aku terima. Aku bahkan tak menyangka jika ia akan datang secepat ini. Tapi jujur, aku tak mengerti apa yang seharusnya aku lakukan. Mungkin karena terlalu sering aku bertanya hingga ketika waktunya tiba, aku tak menyadarinya.

Dia selalu meyakinkan aku. Aku sadar tak semudah itu. Aku ingin mengobati lukaku sendiri, sedangkan di sisi lain aku takut terjatuh lagi.

Akupun menyadari, ini semua terjadi bukan tanpa arti. pasti ada sesuatu di balik ini. Dan aku tau ada Yang Mengatur semua ini. Dia lah Yang jauh lebih tau apa arti semua ini...

Aku ingin dapatkan apa yang aku inginkan, tapi Dia lebih tau apa yang aku butuhkan

Kamis, 15 Januari 2009

setetes renungan untuk semua

Dunia ini mau jadi apa ya??? kenapa kehancuran ada di mana-mana? mungkinkah ini suatu peringatan untuk kita atau malah sebuah adzab? astaghfirullah....
Apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi ini semua? global warming, perang, sepertinya masa jahiliyah akan kembali mewarnai kehidupan ini. apa tidak sebaiknya kita memperbaiki diri untuk kehidupan berikutnya? apa sudah tidak ada rasa bersalah atas semua yang telah kita lakukan?
terlalu banya dosa yang telah terjadi sehingga hati ini pun tak mampu lagi membedakan yang mana yang baik, dan yang mana yang buruk.
bukan berarti sok suci atau menggurui, aku hanya mengingatkan sebagai umat manusia yang masih membutuhkan bumi untuk bernaung. di mana kita akan tidur jika bumi ini telah hancur????

Selasa, 18 November 2008

RENUNGAN DIRI

kenapa cimta selalu diartikan sempit sekarang ini??padahal cinta itu luas, lebih luas dari samudera. kenapa cinta membutakan yang merasakannya?? padahal cinta itu tidak menuntun ke arah yang salah, tapi kenapa banyak yang salah arah karena cinta yang tak tau arah??kenapa banyak yang merindukan cinta, sementara sebenarnya ia diliputi rasa cinta dari sekitarnya?? apakah mungkin karena tak ada rasa syukur lagi di hati ini?
banyak sahabat, banyak kerabat, yang cintanya sungguh besar untuk kita. akupun baru menyadari bahwa cinta itu banyak di dunia ini. kenapa mesti mencari cinta yang jauh dari kita jika banyak sudah cinta yang melingkupi kita??
aku masih bingung kenapa banyak orang yang mendambajan "cinta" yang malah akan menyesatkan jalan mereka sendiri? apakah cinta itu melebihi cinta Rabb kita?? cintaNya lah yang seharusnya kita cari.....

Rabu, 12 November 2008

kuliah?? gimana rasanya????

Kuliah, sebenernya masih syerem buat aku. banyak crita yang mendeskripsikan seperti itu. banyak tugas, laporan, sibuk ini itu, harus bisa mandiri, orang-orangnya egois, individualis, an sebagainya. emang bener untuk sebagian, tapi untuk yang individualisnya aku rasa enggak deh.. yaa emang masig-masing pinya kesibukan sendiri-sendiri. tapi itu bukan alasan untuk mnyendiri. tetep dong semua orang butuh temen buat berbagi, saling membantu, dan untuk melepas semua beban yang ada. emang di dunia seperti ini ga ada hal yang ga jadi masalah. tapi aku sadar bahwa apa yang terjadi ini harus dihadapi, bukan dihindari.
Untuk masalah ormawa (organisasi mahasiswa) aku sendiri merasakan betapa masing-masing orang ingin show up di hadapan yang lain. yahh.. itulah kuliah yang membuat pusing. notabene orang yang cuma belajarr mulu di kuliahan ga punya nilai plus, tapi itu kan pendapat. menurutku sie apa aja yang mau dilakuin ya terserah, karena kita dah dewasa bisa nentuin semuanya, pap aja yang terbaik buat kita...ya itu beberaa gambaran adja buat yang mau kuliah. ini pernyataan dari mahasiswa baru yang nantinya juga kalian akan merasakan juga...................

Rabu, 17 September 2008

Buka Bersama Ceriaa

uh...senangnya BuBer tmn2 ospek,secara dah lama ga ketemu jadi berasa ospek lagi dah. Tapi sayang...si Afni ga dateng si cewek Halmahera..
Padahal kan konsumsinya dah dibeliin, jadi sisa dehh....ada kado silang juga, foto2 narsis bareng, yah banyak deh, ada evaluasi juga buat masing2 anak termasuk mbak kita, mbak Dyah!
Asyiknya tetep pada gila bin gokilz n tetep donk mistar, keluarga kita bersama.hehehe....
mistar....
lucu2
imut2
kreatif
inovatif
kelompok mistar......

ospek mipa....LUARR BIASA!!!!!

Selasa, 09 September 2008

...........

Bahagia tak selalu tertawa
ada kalanya bahagia berubah jadi haru birunya rasa
Kadang tak mudah memaknai jalan kehidupan dengan senyum ceria
Ketika tak ada lagi yang menimang penuh rasa bangga
Namun hidup terus berlalu
Tak seharusnya terus tersedu
Jika angin mampu dengan cepat berlalu,
Mengapa tidak dengan dirimu?


Buat sahabatku yang telah menapaki kedewasaan,
yang tak pernah melupakan jasa ayah bundanya,
tetaplah tersenyum ceria meski ada yang hilang dari hidupmu,
Ayahandamu kan tetap hidup dalam hatimu...

Aku akan selalu ada di belakangmu,
dan aku kan tetap jadi sahabatmu.....

Senin, 11 Agustus 2008

ALhamDuliLLah

Aku lolos SNMPTN, duh senangnya....untuk seemua yang doain aku, engkyu buangeeet deh.hihihi
huh...cuma bisa segini neh, dah ditunggu papaku tersayang.

Jumat, 13 Juni 2008

Baru beberapa minggu Ujian Nasional berakhir sekarang dah harus mikirin SNMPTN . Yah emang itu resiko jadi pelajar harus selalu belajar dan belajar. Siapa yang ga pusing?? Tpi kalo mau masa depan cerah ya harus rajin belajar, ga cuma ongkang-ongkang sikil, ya toh?? Aku sih ga mencoba untuk menasehati siapa-siapa karena yang sebetulnya butuh manihat seperti ini ya aku sendiri, bukan siapa-siapa. Itung-itung menambah motivasi diri biar ga loyo belajarnya.
Habis, kalo mikirin SNMPTN yang sebagian besar universitas cuma ngambil sekitar 18 persen. Kalo mau ikut UM mahallnya minta ampun.
Kembali ke ujian. pasti banyak yang setuju kalo ujian kemarin itu susssssah banget. Bagi yang ga setuju ya berarti otaknya uenncerrr banget. Soalnya gila-gilaan gitu, pusing lah ngerjainnya. Mungkin kalo ada yang bilang aku masih kurang belajar, itu mungkin. Bisa jadi. Ada yang bilang kurang do'a, itu juga mungkin. Tapi menyesal di akhir ga ada gunanya. yang aku rasakan sekarang ini adalah takut ga lulus...uhh gimana donk??????
Besok pengumuman n ortuku dateng ke sekolah. Apa ga bikin ortu malu tuh kalo sampe bener-bener ga lulus?
Ya Allah Ya Rabbi, kasihanilah hambamu yang bodoh ini.....

Kamis, 12 Juni 2008

Assalamu'alaikum, Sugeng Rawuh

Ini blog akhirnya jadi juga. Moga dengan begini bisa berbagi cerita dan pengalaman yang bermanfaat,amien...