Tampilkan postingan dengan label mii poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mii poem. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Juli 2011

Kunang-Kunang dan Belantara

Rasanya cukup bijaksana

Membiarkan kunang-kunang mengepakkan sayap sesuka hatinya

Berputar, mengelilingi bukit indah yang ia damba

Sinar dari tubuhnya akan tetap ada

Menerangi sisi-sisi gelap belantara yang entah di mana ujungnya

Cukup bahagia memandang sinarnya menari-nari memecah kegelapan

Ia tak perlu tau

Ada tangis di sudut belantara,

Ada luka yang belum sepenuhnya terobati

Tak mengapa...

Sudah banyak yang ia korbankan untuk menerangi belantara dan menyembuhkan lukanya

Melihatnya menari untuk kebahagiaannya pun sudah cukup mengganti sakit yang masih tersisa

Zahra Zee

Kamis, 21 Januari 2010

Sudut

Ada yang menetes di sudut
Menatap perih tinggalkan bercak di sana
Bukan, bukan itu maksudnya
Setiap yang melihat pasti merasakannya

Luncuran pelurunya hancurkan sudut itu
Mungkin memang tanpa sengaja peluru itu terlepas

Kadang datang hujatan pada sudut itu
Kenapa tak bisa melihatnya tanpa lirikan sinis?

Semua katakan,
Bukan tetesan itu yang salah!
Seolah sudut dengan bercak itulah yang harus selalu mengalah

Apa artinya sudut itu??
hanya sudut yang tak ada harganya
Tak didengar jeritannya
Hanya sudut yang selalu dianggap tak kan indah tanpa lukisan tergantung di sana

Tanpa ada yang pedulikan tangisannya,
ketika paku ditancapkan di tubuhnya
untuk menggelayutkan lukisan di sana

Semua merasa itu yang terbaik,
membuatnya indah...
Tapi bukan begitu caranya

Sudut itu ingin indah dengan dirinya saja,
bukan karena lukisan yang mencengkeram tubuhnya